Thursday, 12 April 2012

i wanna live in 20's.

kita generasi instant.
semuanya instant.

sebuah sore menghantar saya ke sebuah pikiran tersebut. dimulai dengan rasa penasaran saya, bagaimana orang pertama, orang jaman batu bisa nemuin cara memuaskan diri dengan memasukkan (saya anggap kita semua legal to say this ya) penis ke dalam vagina. bagaimana itu bisa menimbulkan orgasme dan bagaimana they could found out how baby born.

it depressed me somehow.

MAN, BERARTI MEREKA PINTERBANGET!

gimana mereka bisa membuat bangunan pyramid yang masih bertahan sampe sekarang sementara arsitek sekarang cuma bisa bikin bangunan yang habis dimakan waktu dan bencana.

gimana mereka bisa nemuin cara komunikasi antar benua hanya dengan jaringan internet.

ada yang tau? ga ada karena kita adalah generasi instant. generasi pemalas tanpa rasa penasaran dan mencari tahu. taunya cuma pergi kesekolah dan disodorin aja sama sejarah gimana mereka nemuin ini itu secara kronologis. mengganggapnya sebagai angin lalu trus yauda balik lagi ke gadget super canggih kita tanpa tahu, bahwa tanpa orang-orng dulu, kita masih menggunakan merpati just to say hello.

hmm, what the hell did i just thought. am just saying, kita generasi instant yang malas. yang gtau apa dan gtau susah. semua udah serba ada dan mudah. sekali klik semua beres. i dont know how human being could be in the next centuries.

Tuesday, 10 April 2012

thoughts #251

sometimes we mistaken lust as love, and hesitating love as lust. so we got lost.

the pains of being pure at heart.

sometimes i wish i live alone in deep forest raised by a pack of wolf or chimpanzee, i dont need human around me.
they're too fake and fckin annoying. they only find you when they need you then the rest they forget.
i dont care if i lose all the joy of being human. idc if i hv nothing.

at least i wont afraid of losing everything too.

sometimes.

Sunday, 8 April 2012

talking about fetish.. i want it, hard!

do you guys have any fetish?
well what is fetish actually means anyway?


Fetish means an an object worshipped for its supposed magical power it also means a form of sexual desire in which saticfaction is focused adnormally on an object, part of the body.
well, it simply means, a specific activity that one particularly likes. It can be naughty or nice.

well, i have a fetish. but not in a sexual attracted way.
i like to collect all good movies i've watched  or i want to watch, in a dvd. i dont care abt how fast my internet connection and about how easy i can get rare movies i like on internet, i want it in a dvd! a piece of dvd where i can keep for the rest of my life. and play in on my dvd player. not a computer! not in a harddisk! not in a soft copy. i want it, hard! hard copy.

thats it.

because somehow it feels right to me. having something real. like i am part of history (?) like a real prove to my grandkids (if i will ever have) someday "kids, ive watch those good old movies. here, i will inheritance it for you." and my (cool) grandkids will be like "omg grandma! you're so cool back then!! its so hard you know finding hard copy of this movies."

hahahah yea. i dont care. i just like it that way. what about you?

Friday, 23 March 2012

suatu sore sehabis isya.

"udah.. pindah islam ajaa!"
"gamau ah."
"kenapa gamau?"
"ya di katolik aku aja belum bener. ngotor2in islam aja ntar"
"ya siapa tau di islam ntar jadi bener"
"ya ga gitu juga. toh semua agama kan sama intinya. yang penting bermoral dulu baru beragama. eh, jadi ceritanya ngelobby aku masuk islam nih?"
"ga boleh nih?"

islam ato katolik, ga ngubah cinta aku ke kamu. :3

Thursday, 15 March 2012

i told you from the very start. we. need. education.


Gue ga ngerti. Kenapa makin kesini Indonesia makin, terpuruk.
Sebenernya ga ada yang bisa disalahin. Yes, dia itu presiden, tapi dia juga Cuma manusia. Salah juga kita, ngapain mau milih dia Cuma karena 8kemungkinan* disogok. Harusnya kalo ada uang pelicin dan atau hal2 berbau money talk disaat pencalonan, dan menjelang pemilu tuh, ya rakyat harusnya cukup melek untuk tau bahwa si calon itu cukup bangsat untuk menghalalkan segala cara biar ada diatas. Bukan truly pengen memperbaiki Negara ini.

Yes, you are only human. But, seriously? We don’t as much. Kalo gini caranya, rakyat ga butuh presiden berpengetahuan seensiklopedia dan berpangkat jendral, kalo g punya hati yang tulu buat memeperbaiki negri yang terlanjut boborok ini.
Dan buat lo masyarakat yang taunya Cuma nyalahin siapapun yang ada di bangku pemimpin. Hello? Dia berada disitu juga karena suara kita. Hak dan kewajiban demokrasi yang kita lalaikan untuk memilih sungguh2 seseorang yang benar ngurusin negri ini. Kenapa? Karena sekali lagi yaa, kita kurang melek politik. Kurang edukasi. Kurang pendidikan.

Buat lo lagi ya presiden, daripada lo naikin bbm dan bikin kita makin sengsara dan bikin kutu2 korporat makin gendut, gausa sok baik BLT2an deh! Basi! Kalo lo emang niat bagusin negri ini dan ngebantu rakyat lo, mending duitnya lo pake buat gratisin sekolah. Sekolahin tuh rakyat lo. Biar lain kali lebih pinter milih pemimpin. Jangan lo bodoh2in dengan kelakuan “angel” lo. Bagi2 uang tunai langsung. Langsung? I doubt it. Did you really gonna give it, directly from your hand to your society one by one?

Im so sick of this.  

I’ve never been here.
I don’t why I am here.
I don’t know what to do here
What I supposed to do here.
I don’t know what actually people do here
I’ve never been here.
I am not lost.
I have never been this directed. But.. It’s just a whole new level to me.
But it’s just so awkward
I want to be normal. But I don’t know what’s normal.
I used to walk alone.
But I met someone on the journey.
Don’t know will he stay.
But I guess not if I used to be alone and pushed him aside.
So this is me, this is what I do. I pushed people aside.
So I can walk alone with my stubbornness, my agony, my arrogance, and my stupidity.

So, will you still stay? Will you let me know? Will you tell me?
Will you show me, what people usually do here? Show me some what people go crazy about here.
If you don't willing to, just go. Before I am to depended on you. Before I need you.

Thursday, 1 March 2012

your brain will get you anywhere as long as it works

sebelum akhir kuliah, dosen tiba2 nanya "kenapa orang Yahudi itu hebat2"
jeng, saya pikir dia akan memulai khotbah atau jayusnya dia dengan joke berbau tuhan.
kelas terdiam. bingung. bahkan ada yg dgn polosnya nanya "yahudi?"
"iyah, bangsa israel!" ia menegaskan

kemudian hening lagi, nunggu dia menjawab sendiri. selain itu kita semua udah ga sabar pengen keluar kelas.

"karena orang yahudi itu pintar2. disana ada tradisi, dimana kalau seorang mertua memilih menantu, dilihat dari intelektualitasnya, bene rini! saya pernah baca" ia melanjutkan," terus cara belajar di kelas, seorang murid akan diberi nilai tinggi sesuai dengan tingkat keaktifannya. murid diwajibkan bertanya. dan bersifat kritis. setiap pertanyaan ada pointnya. tidak asal nanya." lalu dia menjelaskan point2 dari terendah sampai tertinggi dari bobot sebuah pertanyaan, yang saya ingat paling tinggi itu evaluasi dari bebrbagai masalah dan teori yang murid baca. "dan disana kalau bertanya, tidak digoblok2i seperti dsni. sehingga mereka tidak malu."

intinya ya bro, orang yahudi menekankan pola berpikir murid untuk bersikap kritis dan tidak menerima bulat2 apa yang dijelaskan. dan intelektualitas dinomor satukan disana. makanya orangnya sukses2. lirik aja tuh pembuat social network yang paling mahal sekarang. dan entah siapa lagi haha.

yang mau saya sorot adalah, bandingin (terlepas dari fakta tradisi itu benar atau ngga) sm orang indonesia. alo milih menantu pasti yg dilihat tuh materi duluan. bawaanya berapa. emng sih ga muna. biar hidup ga sengsara.
tapi gatau kan itu materi halal atau ngga? makanya di indonesia kita cuma diajarin gimana cara jadi kaya. tapi ga diajarin gimana cara jadi pinter baru bisa kaya. yang penting gue kaya. yaudah masalah beres.
kenapa yang penting kaya karena hidup di indonesia tuh susah. perekonomian makin susah. makanya yang penting gue kaya. ga ada maksud apa2 sekali lagi. cuma buat renungan aja.

makin kesini orang-orang kok kayaknya makin materialistis.
abis nonton dilema, ada tokoh mafia besar yang nguasain Jakarta, tapi sekarat dan udah mau mati. bingung mau nerusin usahanya ke siapa. ananknya ga ada yang becus. karena dari kecil dia tinggal buat nyari duit
trus skg, klo udah mau mati, siapa yg peduli? usaha yang dia bangun dari nol sampe segede apapun juga to dia tinggal mati.

terus ini yang sering dipesenin sama nyokap. kalo lo kaya scr materi tp otak lo miskin, lo bangkrut, lo jatoh miskin. lo ga bisa naik lagi. krn lo ga pny apa2 selain materi yang bersifat smeentara itu. sementara kalo lo pinter, intelektualitas lo itu cm punya lo. ga ada yang bisa ngambil dari lo. mau sehebat apapun orang, dia ga akan bisa ngambil. dan diamna lo akan lebih dicari. dan otak lo bisa bawa lo kemana aja lo mau.

itu aja sih. sekali lagi ga ada maksud apa2. lo mau bilang gue sirik jg gpp. cuma buat direnungin. including myself.

Friday, 3 February 2012

thoughts #250

gue ga nyalahin Tuhan untuk menciptakan perbedaan dan menyebabkan semua perpecahan dan masalah yang ada.
gue nyalahin ego lo semua yang terlalu cetek untuk mikir lo hidup untuk diri lo dan kelompok lo sendiri doang di dunia ini!
well, hi.
where to start? astaga its been a long longgg perhaps longest pause since im blogging huh?
i dont know. mungkin some of you, yang tau gue dari awal blog ini- dan update terbaru dari gue bahwa gue, ehem berpacar sekarang, (yeah gue sendiri masih aneh dengan gelar baru gue ini. aneh bener. aneh tapi seneng.) akan menyalahkan gue yang keasikan pacaran dan jadi males blogging.

no, not at all.
bahkan gue juga bingung. gue bukan hanya males nulis gue males kuliah, gue males berkarya, gue jadi jarang komunikasi sama temen2 gue, and worst of all, itu bukan dipicu karena gue sibuk sm doi. bahkan gue dan doi cuma punya jatah 2-3 kali seminggu untuk ketemu karena kesibukan masing2.

hufft.

entah, mungkin ini puber kedua gue. dimana gue sempet merasa ga tau apa yang gue mau, kemudian dapet pencerahan, kemudian gue bingung lagi. ini dia. gue bingung lagi.
rasanya semua makin menghimpit gue.
rasanya gue kayak berada dalam ruangg yang seolah makin kecil.
terhimpit.. waktu.

there was a time, when all of sudden, ga ada angin ga ada badai, lagi nonton tv, tiba-tiba bokap gue nanya ke gue.
"kamu bisa ga entar cari duit buat papa mama kalo papa udah pensiun."
anjinggg! gue kayak ditampar buldoser saat itu juga. and all of sudden, im turning 20 this year,
im gonna have two-heads this year.
20 tahun...... dan gue masih cengangas cengenges sama hidup gue..
kamar gue masih berantakaan
kuliah gue masih dibayarin
kerjaan gue masih ga jelas arahnya.
and to be real honeesst, gue bahkan ga tau mau dibawa kemana arah postingan ini.

yes, i am that irresponsible, and mess up.

balik lagi ke buldoser yang nampar gue, gue diem terus bilang "bisa lah."
i dont know. its my habit, mengiyakan semua yang ditanya ke gue. masalah bisa atau ngga, gue yakin bisa. udah pointnya itu aja. gue yakin bisa. dan ga mau tau harus bisa gimana caranya.

men, i got so much things to say. so much things load in my mind ready to explode.
but most of all, let me stop the time.

gue perlu menikmati benar kehidupan gue.